aurora

                                                                Apa itu Aurora?







Aurora merupakan fenomena alam yang menghasilkan pancaran cahaya yang menyala-nyala dan menari-nari di langit malam pada lapisan ionosfer. Hal ini disebabkan adanya interaksi antara partikel di atmosfer Bumi dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari.Hal ini disebabkan adanya interaksi antara partikel di atmosfer Bumi dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari.Selama ini terdapat dua jenis aurora yang dikenal oleh masyarakat secara luas. Masih merujuk dari buku yang sama, kedua aurora yang dimaksud adalah aurora borealis dan aurora australis. Dijelaskan dalam buku 'Buku Jalan-Jalan' karya Arrayyan A. Arraf, aurora borealis atau disebut juga sebagai northern lights merupakan aurora yang dapat dilihat pada bagian kutub utara Bumi. Berbeda dengan aurora australis atau southern lights. Aurora ini hanya terlihat dari bagian kutub selatan Bumi.


Sementara itu, dijelaskan dalam laman Royal Museum Greenwich, aurora borealis berada di utara, sedangkan aurora australis terletak di selatan. Keduanya sama-sama menjadi fenomena langit yang banyak diburu oleh masyarakat dari berbagai belahan dunia. Bahkan para fotografer profesional berusaha dengan keras untuk bisa mengabadikan kemunculannya selama ini.

Lantas apa yang menyebabkan aurora bisa muncul di langit? Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, aurora disebabkan oleh adanya interaksi yang berlangsung di medan magnet Bumi. Dalam hal ini yang terletak di wilayah utara dan juga selatan. Interaksi tersebut diketahui melibatkan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari.


Kemudian dijelaskan dalam buku 'Belajar Sains: Cuaca' karya Wu Meizhen, penyebab aurora adalah partikel berarus listrik yang terpancar dari sinar Matahari. Kemudian ada angin Matahari yang disebut sebagai solar wind mengalami tabrakan dengan lapisan atmosfer. Situasi inilah yang memicu sebuah fenomena karena adanya ionisasi molekul pada lapisan atmosfer tersebut.


Diketahui bahwa Bumi memiliki medan magnetik. Saat ada partikel yang masuk ke dalam medan magnetik Bumi, maka partikel yang mengandung listrik justru terkena gaya magnetik. Gaya magnetik inilah yang membuat beberapa partikel tersebut berkumpul di sekitar kedua kutub yang ada di Bumi. Situasi ini memicu molekul atmosfer akan membuat molekul udara yang mengalami ionisasi. Proses inilah yang menyebabkan munculnya cahaya yang disebut sebagai aurora.

Sebagai fenomena langit yang tidak muncul di seluruh wilayah yang ada di berbagai belahan dunia, aurora diketahui hanya dapat disaksikan pada dua kutub yang ada di Bumi. Kedua kutub yang dimaksud adalah wilayah Kutub Selatan dan Kutub Utara. Pada wilayah Kutub Selatan, terdapat aurora australis. Lain halnya dengan Kutub Utara yang terdapat aurora borealis.


Masih merujuk dari buku yang sama, aurora borealis yang ada di Kutub Utara juga bisa disaksikan di wilayah daerah utara yang dekat dengan Artik. Sebut saja wilayah Islandia, Kanada, hingga Norwegia.

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan aurora, selain memperhatikan lokasi kemunculannya yang telah dipaparkan sebelumnya, perlu juga untuk mengetahui waktu terjadinya. Disebutkan dalam buku yang sama, aurora australis yang ada di Kutub Selatan biasanya muncul pada puncak gunung di saat iklim sedang tropis.


Berbeda halnya dengan aurora borealis yang cenderung bisa diperkirakan kemunculannya. Biasanya aurora borealis akan muncul pada saat musim semi yang berlangsung di bulan Maret sampai April dan musim gugur yang terjadi pada bulan September sampai Oktober.


Sebagai cahaya warna-warni yang terlihat indah, waktu yang tepat menyaksikan aurora borealis adalah saat langit terlihat gelap di malam hari hingga dini hari. Perkiraan waktu untuk menyaksikan aurora borealis adalah kisaran pukul 9 hingga 2 pagi waktu setempat.


Nah, itulah tadi rangkuman informasi mengenai aurora sebagai salah satu fenomena langit yang paling menakjubkan. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

bom atom nagasaki

tutorial